Showing posts with label sajak perpisahan. Show all posts
Showing posts with label sajak perpisahan. Show all posts

05 November 2019

mencari mu


mencari mu
bagai siang berkalih malam
segaris bebenang waktu cuma pertemuan
usia hijau yang menggamit segala rasa
berbekas ingatan kala senyum terukir mesra
sipu menyapa untuk hati menguji
lalu terpikat kepada bunga-bunga luruh yang menyeri.

namun hilang juga
dikikis perlahan-lahan bilah hari berzaman
dimamah kenangan setua usia
terang impian pun terpadam
hati jadi sepi, mimpi jadi mati

senyum sipu yang melakar kenang
puja yang disimpan diam, tak daya terluahkan
senyuman bak sulaman pelangi indah meriah
berbingkai di dinding hati, terpahat
ketika diingat, lelah jadi kecewa.

jemputlah ke kamar ingatan
selaklah tabir malam agar cahaya  menerobos ke dalam
terang kalam bisa melakar
menyuluh telapak di pasir yang hilang jejak
disapu laut pilu lalu  berlalu
agar terlukis kembali dengan rona pesona
dihias pigmen pelangi dengan tona cinta.

mencari mu
bagai novel  aksara yang tak pernah bernoktah
bagai lukisan sang pengkarya yang tak pernah kering warna
bagai melodi lagu yang berulang-ulang irama
syahdu dan puitis kata yang tiada makna
meskipun, semua telah berlalu
impian yang satu itu,
tersimpan jua dalam ingatan.


09 July 2018

Perpisahan.

Duhai guru
kelmarin kita pun berlabuh di dermaga indah ini
kita hiasi pelantar buat pelayar yang singgah dan pergi
pelayar muda yang sepi, kehausan  dan sirna pedoman
kita bekalkan kandil ilmu buat penyuluh budi dan kompas kehidupan
agar perahu pelayar tak kecundang dipukul gelombang
agar layaran pelayar tak tertewas menahan bayu ganas menerkam
bila mereka lepas bebas di lautan luas tak bertepian.

Duhai guru
amirul bahar dermaga nan indah
kau telah sirami hati warga ini
dengan permaidani kasih sayang
buat kami bersimpuh menadah bakti
buat memugar taman  benih ilmuan
dengan kejayaan dan kegemilangan

Duhai guru,
santunmu pelembut jiwa-jiwa yang hilang arah
lembut bahasa mendidik warga yang mendesah
menjadi tinta keramat tersimpan kemas sebagai bukti
akan warga ini, saksi kepada kebesaran jiwa yang kau miliki.

Duhai guru
rafakkan buat kami doa ikhlas dari nuranimu
kejayaan dan  kematangan juga kecemerlangan
menjadi bara merah yang mengisi setiap genggaman
menyambung budi yang ditinggalkan
amanah yang tidak berkesudahan.

Duhai guru
hari ini, pelayar datang dan pergi
merentas lautan menjunjung bakti
waktunya juga telah tiba, dirimu telah dicemburui masa
pergi meninggalkan wajah-wajah yang pasrah
dalam ratap kesedihan yang kami sembunyikan
kami titipkan doa buatmu guru tercinta
semoga selagi hayat masih ada
kasihnya Tuhan kepadamu selama-lamanya
berkat usia dan kehidupan dalam lingkungan iman
semoga perpisahan ini menjadi saksi kasihnya kami kepada mu puan




Aku Kalah

  Aku masih ingat, satu lewat petang di kelas tambahan Syariah. F menghampiriku dengan senyuman—senyuman yang, aku akui, memang cantik. Dia ...